Wisata Sejarah Tana Toraja

Wisata Sejarah Tana Toraja

Wisata Sejarah Tana Toraja

Wisata Sejarah Tana Toraja berada di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Tana Toraja memiliki luas wilayah 2.054,30 km² dan pada tahun 2021 memiliki penduduk sebanyak 270.489 jiwa dengan kepadatan 132 jiwa/km².

Suku asli Toraja menempati daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup khas dengan gaya hidup Austronesia. Gaya hidup Austronesia asli memiliki kemiripan dengan budaya suku Nias yang ada di Provinsi Sumatra Utara. Daerah ini merupakan salah satu objek wisata unggulan di provinsi Sulawesi Selatan.

Pemerintahan di Toraja sudah di mulai sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Berdasarkan Undang-undang Darurat No 3 tahun 1957 di bentuk Kabupaten Daerah Tingkat II Tana Toraja yang peresmiannya di lakuan pada tanggal 31 Agustus 1957. Saat itu Bupati Kepala Daerah pertama yang meresmikan Tana Toraja ialah Lakitta.

Wisata Sejarah Tana Toraja

Surat keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 954/XI/1998 tanggal 14 Desember 1998, wilayah kabupaten Tana Toraja terdiri dari 9 kecamatan defenitif, 6 perwakilan kecamatan, 22 kelurahan, dan 63 desa. Kemudian di keluarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, dan di tindaklanjuti dengan menerbitkan Peraturan Daerah No. 18 Tahun 2000 tanggal 29 Desember 2000, 6 perwakilan kecamatan di ubah menjadi kecamatan defenitif, sehingga jumlah kecamatan seluruhnya menjadi 15 kecamatan, 22 kelurahan dan 63 desa.

Pada tahun 2001, di keluarkan Peraturan daerah No. 2 Tahun 2001 tanggal 11 april 2001, dimana keseluruhan nama “desa” yang ada berubah nama menjadi “lembang”. Setelah ditetapkannya Peraturan Daerah No. 2 tahun 2001 tentang perubahan Pertama Peraturan Daerah No. 18 Tahun 2000, Peraturan Daerah Kabupaten Tana-Toraja Nomor 8 Tahun 2004 tentang perubahan Kedua Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2000, serta peraturan daerah nomor 6 Tahun 2005 tentang perubahan Ketiga peraturan Daerah Nomor 18 tahun 2000, wilayah kabupaten Tana Toraja berkembang menjadi 40 kecamatan, 87 kelurahan dan 223 lembang (desa).

Selanjutnya muncul wacana pemekaran wilayah, yakni Kabupaten Toraja Utara. Wacana pemekaran ini menimbulkan pro dan kontra di antara masyarakat Toraja sendiri. Pembentukan kabupaten Toraja Utara akhirnya di tetapkan melalui sidang paripurna DPR-RI pada tanggal 24 Juni 2008. Akan tetapi, peresmian Kabupaten Toraja Utara di lakukan dua bulan kemudian, yang di rangkaikan dengan peringatan hari ulang tahun kabupaten Tana Toraja yang ke-51, yaitu pada tanggal 31 Agustus 2008.

Beberapa waktu lalu, muncul wacana pemekaran Provinsi Tana Toraja yang meliputi Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan Kabupaten Mamasa. Jika hal itu terwujud, maka Kabupaten Tana Toraja akan di bagi menjadi beberapa daerah otonomi baru.

Sumber :

  • id.wikipedia.org